Selasa, 31 Maret 2015

Kewirausahaan 2

           E-Commerce.

E-commerce merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan get and deliver
commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan)
Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extensiondari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Diartikan secara luas, yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Dengan pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan pedagangan elektronik adalah sama. Dalam definisi luas, akan menggunakan akses  jaringan, sistem berbasis komputer, dan antar muka sebuah browser WEB akan memenuhi persyaratan sebagai perdagangan elektronik.
E-commerce merujuk pada semua bentuk transaksi komersial yang menyangkut organisasi dan individu yang didasarkan pada pemrosesan dan transmisi data yang didigitalisasikan, termasuk teks, suara dan gambar
Manfaat dari perdagangan melalui jaringan elektronik, yaitu :
Dari segi pengelompokkan manfaatnya, dapat dilihat dari :
  Keuntungan bagi perusahaan
-          Perluasan jaringan mitra bisnis. Pada perdagangan tradisional, sangatlah sulit suatu       perusahaan, menemukan letak geografis mitra bisnisnya yang berada di negara lain ataupun benua lain.
-          Efisien. Terbilang sangat efisien, karena setiap perusahaan tidak memerlukan peralatan untuk menjalankan bisnis ini, dan hanya butuh internet semata. Dan menurunkan segala tingkat biaya operasional, agar terkesan tidak mahal. Karena dijalankan melalui jalur online.
-          Perluasan pasar. Jangkauan akan semakin sangat luas, karena tidak dibatasi oleh letak geografis dimanapun perusahaan itu berada.
-          Memperpendek Jarak. Perusahaan-perusahaan dapat lebih mendekatkan diri dengan konsumen. Dengan hanya mengklik link-link yang ada pada situs-situs. Konsumen dapat menuju ke perusahaan dimana pun saat mereka berada.

 Keuntungan Bagi Konsumen
-          Efektif. Konsumen dapat memperoleh informasi tentang produk atau jasa yang dibutuhkan dan bertransaksi dengan cara cepat dan murah.
-          Aman secara fisik. Konsumen tidak perlu mendatangi toko tempat perusahaan menjajakan barangnya dan ini memungkinkan konsumen dapat bertransaksi dengan aman sebab didaerah-daerah tertentu mungkin sangat berbahaya jika berkendaraan dan membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar.
-          Fleksibel. Konsumen dapat melakukan transaksi dari berbagai lokasi, baik dari rumah, kantor, warnet atau tempat lainnya.

  Keuntungan Bagi Masyarakat Umum
-          Mengurangi Polusi dan Pencemaran Lingkungan.
Dengan adanya e-commerce yang dapat dilakukan dimana saja, customer tidak perlu melakukan perjalanan ke toko-toko, dimana hal ini pada gilirannya akan mengurangi jumlah kendaraan yang ada dijalanan. Berkurangnya kendaraan dijalanan berarti menghemat bahan bakar (BBM) dan mengurangi tingkat polusi udara yang diakibatkan kendaraan bermotor yang dapat mencemari lingkungan.
-          Membuka Peluang Kerja Baru.
Era e-commerce akan membuka peluang-peluang kerja baru bagi mereka yang tidak buta teknologi. Muncul pekerjaan baru seperti pemrogram komputer, perancangan web, ahli dibidang basis data, analisis sistem, ahli dibidang jaringan komputer, dan sebagainya.
-          Menguntungkan Dunia Akademis.
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
·         E-mail dan Messaging
·         Content Management Systems
·         Dokumen, spreadsheet, database
·         Akunting dan sistem keuangan
·         Informasi pengiriman dan pemesanan
·         Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
·         Sistem pembayaran domestik dan internasional
·         Newsgroup
·         On-line Shopping
·         Conferencing
·         Online Banking/internet Banking
·         Product Digital/Non Digital
·         Online SEO
Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)
Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Manfaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli
produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan
biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban
gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Sumber :



Senin, 19 Januari 2015

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1B



METODE PERSEDIAAN ECERAN,PENYAJIAN DAN ANALISIS



PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) yaitu barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam kegiatan operasional normal perusahaan.

METODE PERSEDIAAN ECERAN (Retail Inventory Method)
Prosedur penentuaan nilai persedian
Pada metode harga jual eceran, pembukuan yang berhubungan dengan barang dagangan diselenggarakan dn dinyatakan dalam 2 macam harga yaitu harga pokok dan harga jual eceran
Tahap-tahap penentuan persediaan dengan metode harga jual eceran :
1.     Penentuan besarnya barang tersedia untuk dijual dengan harga pokok dan harga jual eceran.
2.    Penentuan cost ratio
3.    Penentuan besarnya penjualan bersih
4.    Penentuan nilai persediaan akhir menurut harga jual eceran
5.    Penetuan taksiran harga pokok persediaan akhir
AKUUNTANSI TERHADAP METODE HARGA JUAL ECERAN
Pencatatan persediaan yang diselenggarakan harus mampu menyediakan informasi sebagai berikut :
1.     Persediaan awal ( jika ada ) baik menurut harga okok maupun harga jual eceran.
2.    Pembelian untuk periode ybs, masing-masing berdasarkan harga pokok dan harga jual eceran.
3.    Penyesuaian atau perubahan harga jual yang terjadi dalam periode yang bersangkutan.
4.    Informasi hasil penjualan.

PENILAIAN BERDASAR HARGA POKOK
1.     Metode harga pokok FIFO/MPKP

Cost ratio dihitung tanpa persediaan awal
                         BTUD (HP) – persediaan awal (HP)
Cost ratio =                                                                   x 100%
                         BTUD (HJE) – persediaan awal (HJE)

2.    Metode harga pokok rata-rata
                         BTUD (HP)
Cost ratio=                                 x 100 %
                                                          BTUD (HJE)
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Standart akuntansi mengharuskan persediaan,pembiayaan, dan metode kalkulasi biayanya diungkapkan di laporan keuangan.
ANALISIS PERSEDIAAN
Rasio yang umum digunakan adalah rasio perpurtaran persediaan (inventory turnover) dan jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan (average days to sell the inventory).

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1A



AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI DAN PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP



AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI
Yaitu penyusutan atas harta-harta berupa kekayaan alam, seperti tambang, batubara,tambang timah,dan tambang emas. Penyusutan biasanya dilakukan berdasarkan berupa perkiraan kapasitas produki tambang dibandingkan dengan jumlah perkiraan kandungan barang tersebut.

PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP
Penghentian aktiva tetap terjadi pada saat aktiva tetap belum habis masa manfaatnya maupun pada saat masa manfaatnya tersebut telah habis.
Bila aktiva tetap dihentikan sebelum masa manfaatnya habis atauu selesai, maka akan timbul adanya laba atau rugi akibat penghentian tetap tersebut.
PERTUKARAN AKTIVA TETAP
Pertukaran aktiva tetap dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Pertukaran aktiva tetap sejenis
Pertukaran ini dilakukan antara aktiva tetap yang sejenis saja dan berfungsi sama.
2.    Pertukaran aktiva tetap tidak sejenis.
Pertukaran ini merupakan pertukaran aktiva tetap yang secara fungsi berbeda.

PENJURNALAN PENJUALAN AKTIVA TETAP
Apabila suatu aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi oleh perusahaan,tetapi masih memiliki nilai sisa, maka aktiva tersebut dapat dijual. Jika hasil dari penjualan aktiva tetap adalah dalam bentuk kas atau piutang (aktiva moneter) , maka pencatatan transaksi tersebut harus mengikuti urutan yang telah diaturkan.
KONVERSI TERPAKSA
Adakalanya pengentian penggunaan aktiva tetap terjadi karena kerusakan berat akibat peristiwa seperti kebakaran, gempa bumi, banjir atau pengapkiran.
PERTUKARAN DENGAN AKTIVA NONMONETER LAINNYA
Dalam pertukaran aktiva tetap yang harus diperhatikan :
1.     Apakah aktiva yang dipertukarkan serupa sifatnya.
2.    Apakah pihak-pihak yang terlibat didalam pertukaran berada dalam posisi sama yakni sama-sama dealer aktiva itu atau bukan.
PERTUKARAN AKTIVA TETAP
Banyak pembelian aktiva yang dilakukan dengan cara tukar menukar atau sering disebut “tukar tambah” dimana aktiva lama digunakan untuk membayar aktiva baru.
PEMBUANGAN AKTIVA TETAP
Apabila aktiva tetap tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki nilai jual, maka aktiva tersebut dapat dibuang.

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1A



PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI, PENYAJIAN DAN ANALISIS



A. AKUISISI DAN PENILAIAN AKTIVA TETAP
Umumnya perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar untuk menilai aktiva tetap berwujud. Biaya historis, diukur oleh kas atau harga ekuivalen kas untuk memperoleh aktiva dan membawanya ke lokasi serta kondisi yang diperlukan untuk tujuan penggunaannya.
Alasan digunakannya biaya historis adalah:
1.     Pada tanggal akuisisi biaya mereflesikan nilai wajar.
2.    Biaya historis melibatkan biaya aktual bukan transaksi hipotesis sehingga merupakan hal yang paling dapat diandalkan.
3.    Keuntungan serta kerugian sebaiknya tidak di antisipasi tetapi harus diakui ketika aktiva dijual.
BIAYA-BIAYA SELAMA PENGGUNAAN
a.    Reparasi dan pemeliharaan
Ada 2 perlakuan untuk mencatat biaya rreparasi :
1.     Menambah harga perolehan AT, apabila biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan AT dan tidak menambah umur.
2.    Mengurangi akumulasi depresiasi, apabila biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur AT dan mungkin juga nilai residunya.
b.    Penggantian
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama.
PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP
Akuntansi untuk perolehan aktiva tetap :
Aktiva tetap (plant assets) dicatat sebesar harga perolehan (cost of plant assets). Harga perolehan (cost) adalah semua pengeluaran yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tetap sampai dengan aktiva tersebut siap digunakan.
Harga perolehan terdiri dari :
1.     Harga beli
2.    Biaya survai
3.    Biaya asuransi dalam perjalanan
4.    Biaya broker
5.    Biaya pemasangan
6.    Biaya uji coba, dll.
Contoh perolehan aktiva tetap secara tunai :
Diperoleh peralatan dengan pengeluaran sebagai berikut :
Harga beli Rp. 10.000.000 biaya pajak Rp. 1.000.000 biaya angkut Rp. 100.000 biaya asuransi dalam perjalanan Rp. 500.000 biaya pemasangan Rp. 200.000 biaya uji coba peralatan Rp. 200.000 maka harga perolehan aktiva tetap tersebut Rp. 12.000.000.
Jurnal untuk mencatat perolehan aktiva tetap tersebut :
Peralatan               Rp. 12.000.000
          Kas                        Rp. 12.000.000

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan :
1.     Harga perolehan (cost)
2.    Umur ekonomis aktiva tetap (economic life)
3.    Nilai sisa (salvago/residual value)
PENGERTIAN PENYUSUTAN DAN DEPLESI
Penyusutan adalah proses akuntansi dalam mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban dengan cara yang sistematis dan rasional periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut.
PENURUNAN NILAI AKTIVA TETAP
Faktor yang menyebabkan penurunan manfaat atas aktiva tetap dapat dibagi 2 yaitu :
1.     Penyusutan fisik yaitu penurunan manfaat atau nilai atas aktiva tetap yang disebabkan oleh keausan dan kecacatan, kemersotan nilai dan pembusukan, dan kerusakan atau destruksi.
2.    Penyusutan fungsional yaitu penyusutan yang diakibatkan terbatasnya masa manfaat aktiva tersebut.

DEPLESI SUMBER DAYA ALAM
Perhitungan dasar deplesi melibatkan 4 faktor :
1.     Biaya akuisisi yaitu harga yang dibayarkan guna memperoleh hak properti untuk mencari dan menentukan sumber daya alam.
2.    Biaya eksplorasi yaitu diperlukan untuk menemukan sumber daya alam.
3.    Biaya pengembangan yaitu peralatan berwujud dan pengembangan biaya tidak berwujud
4.    Biaya restorasi yaitu biaya yang harus ditambahkan ke dasar deplesi untu tujuan perhitungan biaya deplesi per unit.
PENYAJIAN DAN ANALISIS AKTIVA TETAP
Apabila aktiva disusutkan maka akun penilaian yang biasanya disebut akumulasi penyusutan di kredit.